Muhammadiyah Tarik Dana dari BSI Rp15 Triliun, Langkah Mengejutkan di Dunia Perbankan Syariah

- 7 Juni 2024, 01:45 WIB
Muhammadiyah Tarik Dana Rp15 Triliun dari BSI
Muhammadiyah Tarik Dana Rp15 Triliun dari BSI /Dok. Antara/

ANAMBASTODAY - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengambil langkah drastis dengan menarik dananya dari Bank Syariah Indonesia (BSI). Keputusan ini mencakup total dana sebesar Rp15 triliun, seperti yang tertera dalam Surat Keputusan PP Muhammadiyah Nomor 320/I.0/A/2024 yang ditandatangani pada 30 Mei 2024.

Dalam memo yang ditandatangani Ketua PP Muhammadiyah Agung Danarto dan Sekretaris Muhammadiyah Muhammad Sayuti, disebutkan bahwa penarikan dana ini dilakukan sebagai bagian dari upaya konsolidasi dana persyarikatan.

Dana yang ditarik dari BSI akan dialihkan ke beberapa bank syariah lainnya yang selama ini bekerja sama dengan Muhammadiyah, termasuk Bank Bukopin Syariah, Bank Mega Syariah, Bank Muamalat, dan bank-bank syariah daerah.

Keputusan yang Mengejutkan

Langkah Muhammadiyah untuk menarik dananya dari Bank Syariah Indonesia (BSI) mengejutkan banyak pihak, mengingat kerja sama antara Muhammadiyah dan BSI sudah terjalin sejak 2022. BSI selama ini dikenal sebagai bank yang berupaya menjadi modern dan inklusif dalam pelayanannya, tetap menjunjung tinggi prinsip-prinsip syariah.

Kerja sama antara BSI dan Muhammadiyah sebelumnya mencakup penyaluran pembiayaan kepemilikan rumah bersubsidi KPR Sejahtera FLPP untuk pegawai di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Selain itu, BSI juga menjalin kemitraan dengan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) dan Perumnas untuk tujuan serupa.

Respons BSI

Corporate Secretary PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Wisnu Sunandar menanggapi keputusan Muhammadiyah dengan menyatakan bahwa BSI tetap berkomitmen melayani dan mengembangkan ekonomi umat melalui kolaborasi dengan mitra strategis dan pemangku kepentingan.

Wisnu menegaskan bahwa BSI selalu berupaya memenuhi ekspektasi seluruh pemangku kepentingan dengan prinsip adil, seimbang, dan bermanfaat sesuai syariat Islam.

"Terkait pengalihan dana oleh PP Muhammadiyah, BSI berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis dan siap berkolaborasi dengan seluruh stakeholder dalam mengembangkan berbagai sektor ekonomi umat. Terutama bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang merupakan tulang punggung ekonomi bangsa," ujar Wisnu Sunandar.

BSI juga menekankan bahwa mereka akan terus memberikan pelayanan terbaik dan berkontribusi dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. Dengan penarikan dana ini, perhatian publik kini tertuju pada langkah selanjutnya yang akan diambil oleh kedua pihak dan dampaknya terhadap sektor perbankan syariah di tanah air.***

Editor: Ade Irwan Munawar


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah